INTERNALISASI
BELAJAR DAN SPESIALISASI
Pengertian Pemuda
Pemuda
adalah orang - orang pada umur 14 - 21 tahun dimana mereka masih mencari jati
diri mereka. Mereka dalam tahap pembentukan diri yang dipengaruhi oleh beberapa
faktor seperti rekan - rekan, teman, lingkungan, keluarga. Pemuda memiliki jiwa
yang masih muda dan membara dan pemikiran yang mayoritas masih idealis.
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi
menurut Peter Berger adalah proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang
anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Pada sosialisasi dipelajari
peranan-peranan, oleh karenanya disebut dengan teori mengenai peranan (role
theory). Sosialisasi dalam arti yang luas merupakan suatu usaha masyarakat yang
menghantar warganya masuk ke dalam kebudayaan. Dengan kata lain masyarakat
melakukan suatu rangkaian kegiatan tertentu untuk menyerah terimakan kebudayaan
dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Definisi
lainnya mengatakan bahwa secara luas sosialisasi dapat diartikan sebagai suatu
proses dimana warga masyarakat di didik untuk mengenal, memahami, mentaati dan
menghargai norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Secara
khusus sosialisasi mencakup suatu proses dimana warga masyarakat mempelajari
kebudayaannya, belajar mengendalikan diri serta mempelajari peranan-peranan
dalam masyarakat.
Internalisasi Belajar dan Sosialisasi
Secara
etimologis, internalisasi menunjukkan suatu proses. Di dalam kaidah bahasa
Indonesia kata yang berakhiran-isasi mempunyai definisi sebuah proses. Sehingga
internalisasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses. Dalam kamus besar
bahasa Indonesia internalisasi diartikan sebagai penghayatan, pendalaman,
penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan
sebagainya. Dimana arti dari internalisasi belajar adalah penanaman dan
penumbuh-kembangan nilai-nilai, metode-metode, serta hasrat untuk mengemban
ilmu lebih dalam lagi. Sedangkan sosialiasasi adalah suatu proses yang
mempelajari tentang norma-norma masyarakat.
Proses
Sosialisasi
Pengertian
dari proses sosialisasi adalah suatu tahapan-tahapan dalam pembentukan sikap
atau perilaku seorang anak sesuai dengan perilaku atau norma-norma dalam
kelompok atau keluarga. Berikut
ini pengertian proses sosialisasi menurut beberapa ahli :
1. Menurut
Krathwohl (1981)
Proses
sosialisasi adalah proses yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap
rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang
lain dalam masyarakat kelompoknyya atau kebudayaannya.
2. Laurence
(1988)
Proses
sosialisasi adalah proses pendidikan atau latihan seseorang yang belum
berpengalaman dalam suatu kebudayaan belajar dan berusaha menguasai kebudayaan
sebagai aspek perilakunya.
Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Peranan
sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga
yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka
dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti
sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan
yang relatif sama dengan warga yang lain. Masyarakat merupakan pemegang kunci
dalam hubungan sosial dan ekconomi. Tapi ketika kapitalisme mendominasi,
keberadaan pasar telah berbalik 180 derajat, masyarakatlah yang menjadi bagian
dari pasar. kehidupan sehari-hari pun direduksi menjadi bisnis dan pasar.
PEMUDA DAN
IDENTITAS
Pola
dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan
nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang
turut serta dan berkempentingan dalam penangnanannya benar-benar menggunakannya
sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu
serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola
dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
1. Landasan Idiil : Pancasila
2. Landasan Konstitusional : UUD 1945
3. Landasan Strategi : Garis – Garis Haluan
Negara
4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan
Proklamasi
5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah
masyarakat.
Motivasi
asas pembinaan dan pengembangan generasi muda pertumpu pada strategi pencapaian
tujuan nasional, seperti yang disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV.
Pengertian Pokok Pengembangan dan Pembinaan
Generasi Muda
Dalam hal
ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok,
diantaranya:
A. Generasi muda sebagai subjek
pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan
kemampuan serta landasan untuk mandiri dan keterlibatannya pun secara
fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah yang dihadapi
oleh bangsa ini.
B.
Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan
dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang
optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
Permasalahan- permasalahan Pada Generasi Muda
Berbagai
permasalah generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain adalah:
1.
Menurunnya Idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan generasi muda
2. Kekurang
pastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
3. Belum
seimbangnya antar jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal maupun non formal.
4. Kurangnya
lapangan kerja /kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran /
setengan pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya
produktivitas nasional dan memperlambat lajunya perkembangan pembangunan
nasional.
5. Kurangnya
Gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan
pertumbuhan badan di kalangan generasi muda.
6. Masih
banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat pedesaan.
7. Pergaulan
bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan berkeluarga.
8.
Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika.
Potensi - potensi Pada Generasi Muda
Potensi-potensi
yang ada pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah:
a.
Idealisme dan Daya Kritis
b.
Dinamika dan Kreatifitas
c.
Keberanian mengambil resiko
d.
Optimis dan kegairahan semangat
e.
Sikap kemandirian dan disiplin murni
f.
Terdidik
g.
Keanekaragaman dalam Kesatuan dan Persatuan
h.
Patriotisme dan Nasionalisme
i.
Sikap Ksatria
j.
Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Tujuan Pokok Sosialisasi
- Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
- Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
- Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
- Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada
PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
Mengembangkan
Potensi Generasi Muda
Generasi muda dapat mengembangkan potensi mereka melalui
hoby atau kesenangan masing-masing, contohnya jika anak menyukai musik maka ia
bisa mengembangkan potensinya dengan membuat sebuah band atau mengikuti kursus
bermain musik sehingga potensi anak tersebut redup tanpa ada perkembangan.
Potensi generasi muda juga dapat membangun rasa bangga pada diri sendiri.
Keluarga dan negara juga merasa bangga atas potensi yang dimiliki oleh anggota
keluarga atau sebagai masyarakat
Pengertian
Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing-masing agar
bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan
penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan
perguruan tinggi disebut dosen. disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih
dalam lagi ilmu-ilmu yang telah didapat dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA),
yang akan berpeluang besar menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat
memajukan bangsa dan negaranya.
Alasan
Untuk Berkesempatan Mengenyam Pendidikan Tinggi
Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat
menentukan dalam proses pembangunan. Hal ini karena manusia bukan semata-mata
menjadi obyek pembangunan tetapi juga merupakan subyek pembangunan. Sebagai
subyek pembangunan, maka setiap orang harus terlibat secara aktif dalam proses
pembangunan, sedangkan sebagai obyek, maka hasil pembangunan tersebut harus
bisa dinikmati oleh setiap orang.
Disinilah terletak arti penting dari pendidikan sebagai
upaya terciptanya kualitas sumber daya manusia, sebagai prasarat utama dalam
pembangunan. Dalam hal inilah, maka pembicaraan tentang generasi muda/pemuda,
khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting.
Karena berbagai alasan;
Pertama, sebagai kelompok masyarakat
yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas
tentang masyarakatnya, karena adanya kesempatan untuk terlibat didalam
pemikiran, pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam
masyarakat.
Kedua, sebagai kelompok
masyarakat yang paling lama dibangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses
sosialisasi terpanjang secara berencana, dibandingkan dengan generasi
muda/pemuda lainnya, dan melalui pelajaran seperti, PPKN, Sejarah dan
Antropologi maka berbagai masalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat
diketahui.
Ketiga, mahasiswa yang berasal
dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya
akulturasi sosial dan budaya dimana hal ini akan memperkaya khasanah
kebudayaannya, sehingga mampu melihat Indonesia secara keseluruhan.
Sumber:
http://glistiyo.blogspot.com/2011/11/4-pemuda-sosialisasi.html
http://danialprasko.blogspot.com/2012/11/pengertian-proses-sosialisasi.html
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/isip4110/sosialisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar